One Riezt

Tak ada manusia yang terlahir sempurna dan sempurna menjalani hidup ini,
Tapi jika kita dekatkan hati pada Yang Maha Sempurna maka Ia akan menyempurnakan yang selama ini kita anggap sebagai kekurangan dan keterbatasan.

Ya Allah, Engkau Tuhanku yang Maha Kaya
& Maha Cinta, Hanya pada-Mu lah hamba
memohon dan meminta pertolongan, Amiin! 
Allah itu Maha Kaya dan Maha Cinta,
Tapi terkadang kita ragu dan tak berani meminta yang lebih pantas dan besar kebaikannya bagi kita.
Sedangkan Dia tak menyukai orang-orang yang berpura-pura.
Terkadang kita sibuk mengurus pekerjaan kita, yang kita tahu hanyalah bekerja dan bekerja atau menjalaninya tanpa kita sadari bahwa kita lupa akan nikmat pekerjaan yang kita jalani saat  ini bukan semata perjalanan yang harus diperjuangkan agar kita mendapatkan yang kita capai namun kita juga harus menjaganya, menjaga agar diri ini mampu menggunakan tenaga baiknya dalam hal-hal yang bermanfaat, menjaga agar diri ini mampu memberikan bukan sekedar hasil kerja tapi berkah bersama, menjaga semoga yang kita kerjakan menambah wawasan bagi kita dan orang lain, menjaga semoga Allah meridhoi kita dalam pekerjaan yang kita jalakan, menjaga agar Allah memberi kepantasan bagi kita untuk mendapat pekerjaan atau hal-hal lainnya yang lebih baik lagi dari yang sekarang dan masih banyak lagi alasan bagi kita untuk tidak kosong menjalani setiap kegiatan yang kita lakukan dan merupakan alasan bagi kita untuk selalu bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan, atas apa yang telah Allah berikan kepada kita.

Padahal sesungguhnya Ia mampu dan sangat mudah saja bagi-Nya menghentikan rejeki-Nya bagi kita. Pernahkah kita membayangkan bila dalam bumi ini semua hijau pepohonan itu adalah pohon-pohon mainan seperti mainan anak-anak yang terbuat dari bahan plastik, karet atau kertas, bayangkan semilir angin yang sejuk ini tidak dapat kita nikmati dari pohon-pohon yang bergoyang indah terkena hembusannya? bayangkan bila buah kelapa itu bukan buah asli (buah-buah mainan) yang tidak dapat kita minum airnya ketika kita haus, bayangkan bila buah-buah yang manis itu tidak dapat kita makan karena terbuat seperti mainan anak-anak, bayangkan bila ikan-ikan di laut itu juga sebuah mainan yang tak dapat menolong kita saat kita lapar (sedangkan tubuh kita tercipta membutuhkan protein dan gizi lainnya yang mungkin terdapat dari berbagai macam ikan di laut sana dan makanan lainnya) , bayangkan bila singkong, ubi, padi, jagung, roti, susu, sapi, kambing, ayam, sayur mayur, dsb terhidang dimata kita dalam perut yang lapar dan dalam tubuh lemas yang butuh nutrisi namun tak dapat kita makan karena ternyata hanyalah sebuah mainan. Kita tak pernah berpikir demikian, terkadang kita sering mengeluh atau selalu mengeluh atas semua yang diberikan-Nya secara cuma-cuma (gratis) ini kepada kita.

Apakah manusia bisa menciptakan air untuk ia minum atau menolongnya ketika ia haus?
Apakah manusia bisa menciptakan ikan dan beras untuk dimakan saat ia lapar?
Apakah manusia bisa membuat api ketika ia sedang kedinginan untuk menghangatkan tubuhnya
Apakah manusia bisa menciptakan tanah agar ia tak jatuh saat ia berpijak dan istirahat?
Apakah manusia bisa menciptakan matahari, bulan & bintang untuk menerangi bumi ini?
Apakah manusia bisa menciptakan hujan?
Dapatkah manusia menciptakan siang dan malam?
Dapatkah manusia menciptakan benda-benda asing di angkasa sana agar menjaga bumi ini tetap sehat dan seimbang?
Apakah manusia dapat menciptakan waktu atau memutar kembali waktu?
Dan apakah manusia bisa menciptakan hati nurani & akal pikiran?
Bayangkan bila manusia sakit dan Allah tak pernah menciptakan obat bagi kita?
Sedangkan hanya Dialah Sang Maha Kuat dan Perkasa lagi Maha Penyembuh yang dapat menjadikan sekalipun racun menjadi obat.

Dan coba rasakanlah kasih sayang ibunda kita, sungguh tak habis pikir bagaimana Allah menciptakan kasih sayang yang mulia dari kedua orang tua kita, dari keluarga kita, terkadang kita membuat ibu dan ayah kita menangis, meneteskan air matannya untuk kita kala kita susah, sedih, nakal, durhaka, senang, mereka menangis dan kita tak pernah tahu apakah orang tua kita hatinya pernah bahagia karena kita ataukah hanya terluka selama ini karena kita?
Terkadang kita hanya mementingkan diri kita sendiri, tak peduli bahwa ibu kita telah mempertaruhkan nyawanya saat melahirkan kita hingga masih mau mengorbankan nyawa mereka (orang tua) untuk kita yang sudah sebesar ini dan dapat menjaga dirinya sendiri ini? Yang terkadang melawan kepada mereka atau membentak mereka atau mencaci maki dan berkata kasar kepada mereka atau marah-marah tak jelas dan menyalahkan setiap yang mereka lakukan untuk kita, namun do'a mereka tak pernah putus dalam nadi kita, menjadi cahaya bagi kehidupan kita, meringankan langkah kita dalam bermimpi (bercita-cita), padahal mereka hanya ingin yang terbaik dalam hidup kita.
Lihatlah bumi, angkasa dan segala isinya ini adalah tanda kekuasaan, kebesaran dan kekayaan-Nya. Sungguh banyak segala nikmat dari yang kecil sampai yang besar yang tak dapat kita hitung semuanya.

Allah selalu memberi semua nikmat ini suci, namun terkadang kita mengharamkannya dengan dosa yang menunjukkan ketidaksyukuran kita pada-Nya atau dengan cara-cara kita memperolehnya, Maha Benar Allah atas segala firman-Nya bahwa hanya orang-orang yang berpikir, beramal saleh, bertaubat dan bersyukurlah yang akan tahu (mengerti) dan selamat.
Dan Ia masih menyimpan hadiah yaitu syurga yang indah dengan segala bidadari dan malaikat juga buah-buah yang manis dan sungai-sungai yang mengalir indah dan seluruh nikmat yang baik didalamnya kelak bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya.
Bukankah tak akan pernah habis kekayaan-Nya, apalagi untuk memberi pada manusia yang ikhlas menerima kebenaran-Nya?
Mengapa harus menunggu dan ragu lagi untuk bersungguh-sungguh meminta kepada Allah SWT?
Atas rasa syukur dan ketergantungan hidup kita bahwa Ia-lah Tuhan yang Maha Esa, Maha Pemurah dan Maha Baik.

Do'a adalah perantara kata hati kita untuk kita sampaikan pada Sang Maha Khaliq yang dapat merubah segala keadaan dan sesuatunya.
Bayangkan bila di bumi ini tak ada do'a? Tak ada do'a yang dapat kita sampaikan kepada yang Maha Mampu mengabulkan segala sesuatunnya?
Dan bayangkan bila tak ada do'a-do'a dari orang tua kita, dari para nabi dan rasul, dan dari para   malaikat Allah untuk kebaikan hidup kita?

Ya Allah pantaskanlah kami bagi rejeki dan cinta-Mu yang lebih besar hari ini dan lebih baik bagi hari esok,
Agar sejahtera dan damai hidup kami.
Amiin!

Allah SWT berfirman:

“Berdoalah kepada-Ku niscaya akan aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku mereka akan masuk neraka jahanam dengan penuh kehinaan “ (Q.S. Al-Mu`min:60)

Hadist Rasullullah SAW :

"Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah malu bila ada hambaNya yang menengadahkan (mengangkat) tangannya kepada-Nya (memohon kepada-Nya) lalu dibiarkannya atau mengembalikannya dalam keadaan kosong (hampa) dan kecewa." (HR. Al Hakim dan At-Tirmidzi)

“Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa.” (HR. Ath-Thabrani)

Hadist riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Akan dikabulkan doa seseorang di antara kamu sekalian selama dia tidak terburu-buru berkata: Aku sudah berdoa, tetapi aku tidak atau belum dikabulkan.” (Shahih Muslim No.4916)

 By: Risnawati 
0 Responses

Posting Komentar