One Riezt
Pengembangan Keterampilan Membaca dalam PIPS


Tugas Mandiri
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Ujian Akhir Semester 1
Mata Kuliah: Pendidikan Kewarganegaraan


Disusun oleh:

Risnawati 


Semester/Ruang : 1/326 (A) Malam

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
UNIVERSITAS PAMULANG
2011-2012



KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan nikmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing dengan mata kuliah Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Makalah ini merupakan salah satu upaya dalam memberikan pemahaman tentang pengembangan keterampilan membaca dalam Imu Pengetahuan Sosial. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini cukup sederhana dan untuk kesempurnaan makalah ini, kritik dan saran akan sangat berharga guna perbaikan makalah ini. Terima kasih penulis ucapkan kepada dosen pembimbing mata kuliah dalam penyusunan makalah ini.





Tangerang Selatan, Oktober 2011



Penyusun



i




Daftar Isi

Kata Pengantar..................................................................................i
Daftar Isi...........................................................................................ii

BAB I. Pendahuluan.....................................................1
1.1.Latar belakang Masalah..................................................1
1.2.Rumusan Masalah...........................................................1
1.3.Tujuan............................................................................1
1.4.Manfaat..........................................................................2

BAB II. Pembahasan....................................................3
2.1. Definisi...........................................................................3
2.2. Pengembangan Keterampilan Membaca dalam IPS.........3
2.3 Kesimpulan.....................................................................7

BAB III. Penutup.........................................................8
3.1 Daftar Pustaka................................................................9
3.2 Tanya Jawab (soal).......................................................10


ii




BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar  Belakang Masalah

            Dalam kehidupan sehari-hari kegiatan membaca sering kali kita lakukan dalam waktu luang atau sedang santai, ketika bekerja, ketika belajar, ketika belanja, di jalan-jalan ketika melihat spanduk-spanduk atau bacaan lainnya yang memberikan informasi kepada kita dan lain sebagainya. Namun pernahkah kita menyadari sudah seberapa mahir dan terampil diri kita dalam menguasai atau memahami  bacaan yang sedang dan sudah kita baca. Maka dari itu kita perlu mengembangkan keterampilan membaca, meskipun sejak kita duduk di bangku sekolah dasar telah belajar membaca akan tetapi kita kembali pada hakekat dan tujuan IPS. Salah satu tujuan IPS adalah untuk mempersiapkan warga negara Indonesia agar dapat berpartisipasi dalam hidup di masyarakat, baik dalam masyarakat lokal, nasional, maupun masyarakat dunia. Agar dapat berpartisapasi dalam masyarakat tersebut, seorang warga perlu memiliki kemampuan berupa pengetahuan ( knowledge ), sejumlah keterampilan ( skills ), sikap dan nilai ( attitudes and values ) serta kemampuan berperilaku ( action ) sebagai warga negara. Di sinilah, seseorang memerlukan keterampilan membaca tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat.

1.2 Rumusan Masalah

            Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, agar dari penulisan ini kami dapat memperoleh hasil yang diinginkan, maka penyusun mengemukakan mengemukakan beberapa rumusan masalah. Rumusan tersebut adalah “Pengembangan Keterampilan Membaca dalam IPS”.

1.3 Tujuan
   v  Tujuan Pokok:
            Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.
   v  Tujuan Dasar:
a.       Untuk menambah pengetahuan tentang membaca.
b.      Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diterapkan untuk mengembangkan keterampilan membaca dalam IPS.

1.4 Manfaat
   v  Mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang Ilmu Sosial.
   v  Mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang dimaksud sesuai dengan tema yang dibahas.
  


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi

Membaca adalah salah satu keterampilan dalam belajar untuk memperoleh sejumlah pengalaman dan atau pengetahuan, sikap dan keterampilan tertentu. Salah satu bagian penting dari aktivitas belajar adalah mengembangkan suatu kesadaran bagaimana belajar itu terjadi. Dengan kata lain, kita harus membiasakan diri menilai seberapa banyak kita tahu tentang pokok bahasan yang telah kita ketahui atau pelajari dan bagaimana kita belajar ketika kita membaca. Kita harus menganalisis diri sendiri tentang pengetahuan apa yang kita pelajari, analisis ini disebut metakognisi atau kesadaran metakognitif (metacognitive awareness).

2.2 Pengembangan Keterampilan Membaca dalam IPS

Pengembangan yang perlu dipelajari dalam membaca, antara lain:
            
      1.      Pengembangan Keterampilan Pemahaman

Memahami suatu istilah dan atau konsep maka di perlukan keterampilan memahami terhadap bacaan-bacaan yang ada. James Banks (1990) menyebut kemampuan yang dimaksud dengan istilah kesadaran metakognitif  yaitu sering diartikan “mengetahui tentang mengetahui” (knowing about knowing) atau “mengetahui bagaimana untuk mengetahui” (know how to know). Metakognitif  merupakan kesadaran tentang apa yang harus dilakukan untuk belajar. Dengan kesadaran ini maka memungkinkan para pembaca berusaha menentukan apakah mereka telah memahami dan kapan. Kemampuan yang diperlukan agar kemampuan metakognitif ini muncul adalah kemampuan melakukan kontrol (monitoring) pemahaman terhadap isi bacaan.Banks (1990) mengemukakan empat langkah untuk memonitoring adalah sebagai berikut:


1) Kita harus mengetahui kapan kita melakukan dan tidak melakukan sesuatu.
2) Kita harus mengetahui apa yang kita ketahui.
3) Kita harus mengetahui apa yang mereka perlukan untuk mengetahui.
4) Kita harus mengetahui kegunaan teknik-teknik yang membantu kita dalam belajar.


Empat langkah dalam memonitoring  pemahaman membaca ini sangatlah penting karena kesadaran metakognitif perlu adanya monitoring oleh diri sendiri (self-monitoring) dan evaluasi diri (self-evaluation). Kemampuan membaca dalam IPS perlu keterampilan khusus karena bahan bacaannya yang beragam. Jarolimek & Parker (1993) mengemukakan sejumlah keterampilan membaca dalam IPS, sebagai berikut:
Diharapkan siswa IPS adalah pembaca yang mampu:
1)  Membaca secara fleksibel.
2)  Menggunakan judul bab dan subbab sebagai alat bantu membaca.
3)   Menggunakan kunci kontekstual untk mendapatkan makna.
4)  Menyesuaikan kecepatan membaca dengan tujuan.
5) Menduga hubungan sebab-akibat.
6) Menggunakan bahan referensi, bila perlu, untuk memahami istilah kosa kata penting.
7) Mencari data.
8) Menggunakan bagian-bagian buku (seperti indeks, daftar isi, pengantar, dan sebagainya) sebagai alat bantu membaca.
9) Menunjukkan pilihan.
10)  Menempatkan fakta dan menduga ide-ide utama.
11) Membandingkan penjelasan satu dengan yang lainnya.
12)  Mengenal kalimat-kalimat topik.
13)  Menggunakan keterampilan untuk menemukan bahan kepustakaan.

Membaca adalah proses berpikir, dan intinya adalah proses memaknai, yakni merekontruksi makna. Proses pemaknaan ini dilakukan oleh pembaca disesuaikan dengan situasi dan teks yang dibaca. Dengan demikian, membaca merupakan suatu interaksi antara pembaca, teks, dan konteks. Membaca sering juga dikatakan sebagai proses kognitif yang kompleks. Namun, bukan berarti bahwa pekerjaan membaca tidak dapat disederhanakan. Jarolimek dan Parker menyarankan beberapa keterampilan membaca isi buku teks, sebagai berikut:

     1) Memanfaatkan beberapa bagian buku-buku.
Bagian-bagian buku hendaknya dibelajarkan sebagai alat bantu dalam memperoleh informasi. Seperti indeks, daftar isi, pengantar, dan sebagainya.

2) Mengenali kalimat-kalimat topik.
Kalimat topik adalah sesuatu yang penting dalam setiap paragraf karena kalimat ini memberi informasi tentang apakah paragraf tersebut. Adapun yang harus dipelajari siswa:
(1)  Bahwa kalimat topik memberikan informasi tentang apakah paragraf tersebut,
(2) Bahwa kalimat lain dalam paragraf hanya menguraikan, menjelaskan atau mendukung kalimat topik,
(3) Bahwa kalimat topik biasanya, walaupun tidak selalu, adalah kalimat pertama dalam suatu paragraf.

3) Memanfaatkan teknik pengorganisasian buku.
Kita bisa menggunakan bagian-bagian dalam buku, seperti bab, subbab, peta, chart, gambar, tabel, dan pendahuluan yang akan membantu pembaca dalam memahami isi bacaan.

4) Memanfaatkan gambar untuk membantu pemahaman.
Penggunaan alat bantu visual yang paling luas dalam buku adalah gambar, foto, dan ilustrasi. Ini digunakan untuk memperoleh realisme, untuk mengungkapkan pemikiran, untuk mengingat objek yang sebenarnya, singkatnya untuk memberikan pemaknaan dalam belajar. Upaya ini dilakukan karena kata-kata saja tidak cukup dapat menyampaikan pesan atau arti secara akurat, tepat, dan cepat seperti gambar. Pesan yang dibawakan serta materi yang dibahas terdapat sinkronisasi dan sinergisme. Jarolimek (1993) mengemukakan tujuan mendasar dari pembelajaran dengan memanfaatkan alat bantu gambar, misalnya, adalah agar pesan yang disampaikan betul-betul akurat. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa gambar, foto atau ilustrasi hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan atau jenjang usia siswa. Dengan kata lain, alat bantu tersebut hendaknya menjadi media yang dapat mempermudah penyampaian pesan.

   2.  Pengembangan Keterampilan Vokabuler Sosial

Vokabuler atau Vokabularium sosial yang dimaksud di sini adalah semua kata, perbendaharaan kata atau kosa kata yang biasa digunakan dalam IPS. Rendahnya penguasaan vokabuler IPS merupakan salah satu penyebab utama rendahnya pemahaman dan banyaknya kesalahan membaca dalam IPS. Apalagi apabila para penulis menyuguhkan kata-kata yang dirasakan sulit (asing) bagi para pembaca.

Berikut ini adalah jenis kata atau istilah vokabuler sosial yang sering muncul dalam IPS sehingga perlu dikenal.

a.      Istilah teknis, ialah istilah, kata-kata atau ungkapan asing bagi IPS dan biasanya dijumpai ketika membaca. Misal: kapitalisme, monopoli, temperatur dsb.
b.      Istilah figuatif (kiasan), ialah ialah ungkapan yang bersifat metaforis; memiliki konotasi berbeda dari arti harfiah yang digunakan. Misal: perang dingin, pemimpin tangan besi, politik adu domba dsb.
c.       Kata-kata yang berarti ganda ialah kata-kata yang memiliki ejaan sama, tetapi memiliki makna berbeda sesuai konteks. Misal: kamar, kursi, meja hijau dsb.
d.      Istilah-istilah khas untuk suatu wilayah tertentu, ialah ungkapan-ungkapan khusus di suatu wilayah tertentuyang tidak bisa digunakan di tempat lain. Misal: desa, udik, marga dsb.
e.       Kata-kata sama atau hampir sama pengucapannya, ialah kata-kata yang sama atau hampir sama baik ucapan maupun penulisannya namun maknanya berbeda. Misal: malang dengan Kota Malang, KKN (Kuliah Kerja Nyata) dengan KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) dsb.
f.       Akronim, ialah, kata-kata singkatan. Misal: OPEC, ASEAN, DEPDIKNAS dsb.
g.      Istilah-istilah penjumlahan, ialah kata-kata atau istilah yang menunjukan jumlah waktu, ruang, atau objek. Misal: tak lama kemudian, abad, windu, beberapa tahun kemudian dsb.

Menurut Jarolimek & Parker (1993) strategi tepat untuk mengembangkan vokabuler adalah dengan cara menuliskan kata-kata atau istilah kunci pada suatu kalimat dan mendiskusikannya.
Salah satu keterampilan yang sangat berguna dalam membaca buku IPS adalah penggunaan “clue” (petunjuk) dalam konteks. Memperoleh pengertian melalui konteks sangatlah penting dan banyak manfaatnya karena dengan memaknai konteks maka para siswa atau pembaca akan berlatih secara nalar. Proses mengkombinasikan kata atau istilah baru yang telah diketahui artinya dengan cara menyusun sehingga membentuk kata baru dan memaknainya merupakan teknik yang membantu memperkaya vokabuler. Memperoleh pengertian melalui konteks sangatlah penting dan banyak manfaatnya karena memaknai konteks maka para siswa pun akan berlatih membaca secara nalar. Teknik ini sangat berbeda dengan mengartikan kata demi kata secara lepas, tidak dalam konteks. Glosarium tidak memberikan arti kata dan istilah yang sesuai dengan konteks sehingga terjadinya keterbatasan dalam memperkenalkan arti kata dan istilah baru.
Untuk meningkatkan keterampilan dan kemahiran dalam memahami vokabuler sosial hendaknya kita belajar menggunakan berbagai sumber acuan atau referensi. Kegunaan acuan atau rujukan bukan tergantung pada ketersediaannya, tetapi juga pada kemampuan kita memanfaatkannya karena ada beberapa jenis referensi yang memiliki kegunaan yang bersifat multifungsi yang bisa dimanfaatkan secara efisien.
Referensi atau bahan rujukan yang biasa digunakan dalam belajar IPS dapat dikelompokkan  atas beberapa jenis:

Buku, meliputi:
·         Buku teks
·         Buku bacaan tambahan
·         Buku bergambar
·         Biografi
·         Fiksi sejarah
Referensi khusus, mencakup:
·         Ensiklopedia
·         Peta dan Globe
·         Atlas
·         Kamus
·         Almanak dunia
·         Chart dan grafik
·         Buku tahunan
·         Lembaran negara
Bahan-bahan serbaneka, antara lain:
·         Buku atau koran iklan
·         Majalah
·         Resep makanan
·         Buku telepon dan petunjuk
·         Buku panduan pariwisata



2.3 Kesimpulan

Membaca adalah salah satu keterampilan dalam belajar untuk memperoleh sejumlah pengalaman dan atau pengetahuan, sikap dan keterampilan tertentu. Membaca adalah proses berpikir, dan intinya adalah proses memaknai, yakni merekontruksi makna. Membaca sering juga dikatakan sebagai proses kognitif yang kompleks. Namun, bukan berarti bahwa pekerjaan membaca tidak dapat disederhanakan. Untuk dapat menjadi warga negara yang bisa berpartisipasi dalam masyarakat maka perlu adanya pembelajaran pengembangan keterampilan membaca tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat. Adapun pengembangan keterampilan yang perlu dipelajari dalam membaca, antara lain:

       1.      Pengembangan Keterampilan Pemahaman
Yaitu melalui proses kesadaran (metakognitif) dengan cara melakukan kontrol (memonitoring) pemahaman terhadap isi bacaan. Kesadaran metakognitif ini memerlukan adanya monitoring oleh diri sendiri (self-monitoring) dan evaluasi diri (self-evaluation).

       2.      Pengembangan Keterampilan Vokabuler Sosial
Vokabuler di sini maksudnya adalah semua kata, perbendaharaan kata atau kosa kata yang biasa digunakan dalam IPS. Dikembangkan dengan mengelompokkan jenis vokabuler dan melalui proses penggunaannya dalam  konteks bukan dengan glosarium saja.

Jarolimek dan Parker menyarankan beberapa keterampilan membaca isi buku teks, sebagai berikut:
a.       Memanfaatkan beberapa bagian buku-buku.
b.      Mengenali kalimat-kalimat topik.
c.       Memanfaatkan teknik pengorganisasian buku.
d.      Memanfaatkan gambar untuk membantu pemahaman.

Dengan pembelajaran pengembangan keterampilan membaca tersebut, dapat membantu kita berpartisipasi lebih baik di dalam masyarakat luas.


BAB III
PENUTUP

Demikian yang dapat penyusun paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penyusun banyak berharap para pembaca yang budiman dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penyusun demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan - kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penyusun pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.




Tangerang Selatan, Oktober 2011



Penyusun





DAFTAR PUSTAKA

·         Supriyadi M. Ed Prof. Dr. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial



2.4  Tanya Jawab

Soal/Pertanyaan:

1.      Apa yang dimaksud dengan membaca?
2.      Mengapa kita harus mengembangkan keterampilan membaca?
3.  Sebutkan dan jelaskan pengembangan keterampilan apa saja yang perlu dipelajari dalam membaca!
4.      Apa yang dimaksud dengan istilah kesadaran metakognitif dan jelaskan bagaimana kesadaran ini bisa terjadi?
5.    Bagaimana keterampilan belajar untuk meningkatkan kemampuan membaca menurut Jarolimek & Parker? Jelaskan!
6.      Sebutkan hal apa saja yang harus dipelajari siswa dalam mengenali kalimat-kalimat topik!
7.      Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis vokabuler sosial!
8.   Apa yang dimaksud dengan pengertian ‘keterampilan vokabuler melalui penggunaan konteks’ dan ‘keterampilan vokobuler melalui glosarium’?
9.     Jelaskan mengapa memperoleh pengertian melalui konteks lebih mudah membantu memperkaya vokabuler dibandingkan melalui glosarium!
10. Kemampuan apa saja yang diharapkan dapat diperoleh siswa IPS dalam mempelajari pengembangan keterampilan membaca?
11.  Sebutkan langkah-langkah untuk memonitoring terhadap isi bacaan menurut Banks!

Jawaban:

1.      Membaca adalah salah satu keterampilan dalam belajar untuk memperoleh sejumlah pengalaman dan atau pengetahuan, sikap dan keterampilan tertentu.

2.       Karena agar kita ( Warga Negara Indonesia ) dapat berpartisipasi dalam hidup di masyarakat, baik dalam masyarakat lokal, nasional, maupun masyarakat dunia. Tentunya agar dapat berpartisapasi dalam masyarakat tersebut, seorang warga perlu memiliki kemampuan berupa pengetahuan (knowledge), sejumlah keterampilan (skills), sikap dan nilai (attitudes and values) serta kemampuan berperilaku (action) sebagai warga negara. Oleh karena itu kita perlu mengembangkan keterampilan membaca tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat.


3.      Pengembangan Keterampilan yang perlu dipelajari dalam membaca, antara lain:
a.       Pengembangan Keterampilan Pemahaman
Yaitu melalui proses kesadaran (metakognitif) dengan cara melakukan kontrol (memonitoring) pemahaman terhadap isi bacaan. Kesadaran metakognitif ini memerlukan adanya monitoring oleh diri sendiri (self-monitoring) dan evaluasi diri (self-evaluation).
b.      Pengembangan Keterampilan Vokabuler Sosial
Vokabuler di sini maksudnya adalah semua kata, perbendaharaan kata atau kosa kata yang biasa digunakan dalam IPS. Dikembangkan dengan mengelompokkan jenis vokabuler dan melalui proses penggunaannya dalam  konteks bukan dengan glosarium saja.

4.      Metakognitif  yaitu sering diartikan “mengetahui tentang mengetahui” (knowing about knowing) atau “mengetahui bagaimana untuk mengetahui” (know how to know). Metakognitif  merupakan kesadaran tentang apa yang harus dilakukan untuk belajar.

5.      Keterampilan membaca menurut Jarolimek & Parker:
a.       Memanfaatkan beberapa bagian buku-buku.
Bagian-bagian buku hendaknya dibelajarkan sebagai alat bantu dalam memperoleh informasi. Seperti indeks, daftar isi, pengantar, dan sebagainya.

b.      Mengenali kalimat-kalimat topik.
Kalimat topik adalah sesuatu yang penting dalam setiap paragraf karena kalimat ini memberi informasi tentang apakah paragraf tersebut

c.       Memanfaatkan teknik pengorganisasian buku.
Kita bisa menggunakan bagian-bagian dalam buku, seperti bab, subbab, peta, chart, gambar, tabel, dan pendahuluan yang akan membantu pembaca dalam memahami isi bacaan.

d.      Memanfaatkan gambar untuk membantu pemahaman.
Penggunaan alat bantu visual yang paling luas dalam buku adalah gambar, foto, dan ilustrasi. Ini digunakan untuk memperoleh realisme, untuk mengungkapkan pemikiran, untuk mengingat objek yang sebenarnya, singkatnya untuk memberikan pemaknaan dalam belajar.

6.      Yang harus dipelajari siswa dalam mengenali kalimat-kalimat topik:
a.       Bahwa kalimat topik memberikan informasi tentang apakah paragraf tersebut,
b.      Bahwa kalimat lain dalam paragraf hanya menguraikan, menjelaskan atau mendukung kalimat topik,
c.       Bahwa kalimat topik biasanya, walaupun tidak selalu, adalah kalimat pertama dalam suatu paragraf.

7.      Jenis-jenis vokabuler sosial:
a.       Istilah teknis, ialah istilah, kata-kata atau ungkapan asing bagi IPS dan biasanya dijumpai ketika membaca.
b.      Istilah figuatif (kiasan), ialah ialah ungkapan yang bersifat metaforis; memiliki konotasi berbeda dari arti harfiah yang digunakan.
c.       Kata-kata yang berarti ganda ialah kata-kata yang memiliki ejaan sama, tetapi memiliki makna berbeda sesuai konteks.
d.      Istilah-istilah khas untuk suatu wilayah tertentu, ialah ungkapan-ungkapan khusus di suatu wilayah tertentuyang tidak bisa digunakan di tempat lain.
e.       Kata-kata sama atau hampir sama pengucapannya, ialah kata-kata yang sama atau hampir sama baik ucapan maupun penulisannya namun maknanya berbeda.
f.       Akronim, ialah, kata-kata singkatan.
g.      Istilah-istilah penjumlahan, ialah kata-kata atau istilah yang menunjukan jumlah waktu, ruang, atau objek.

8.      Keterampilan vokabuler melalui penggunaan konteks: Proses mengkombinasikan kata atau istilah baru yang telah diketahui artinya dengan cara menyusun sehingga membentuk kata baru dan memaknainya.
Keterampilan vokobuler melalui glosarium: mengartikan kata demi kata secara lepas, tidak dalam konteks.

9.      Karena memaknai konteks maka para siswa pun akan berlatih membaca secara nalar. Teknik ini sangat berbeda dengan mengartikan kata demi kata secara lepas, tidak dalam konteks. Glosarium tidak memberikan arti kata dan istilah yang sesuai dengan konteks sehingga terjadi keterbatasan dalam memperkenalkan arti kata dan istilah baru.

10.  Diharapkan siswa IPS adalah pembaca yang mampu:
a.       Membaca secara fleksibel.
b.      Menggunakan judul bab dan subbab sebagai alat bantu membaca.
c.       Menggunakan kunci kontekstual untk mendapatkan makna.
d.      Menyesuaikan kecepatan membaca dengan tujuan.
e.       Menduga hubungan sebab-akibat.
f.       Menggunakan bahan referensi, bila perlu, untuk memahami istilah kosa kata penting.
g.      Mencari data.
h.      Menggunakan bagian-bagian buku (seperti indeks, daftar isi, pengantar, dan sebagainya) sebagai alat bantu membaca.
i.        Menunjukkan pilihan.
j.        Menempatkan fakta dan menduga ide-ide utama.
k.      Membandingkan penjelasan satu dengan yang lainnya.
l.        Mengenal kalimat-kalimat topik
m.    Menggunakan keterampilan untuk menemukan bahan kepustakaan.

11.  Empat langkah untuk memonitoring menurut Banks adalah sebagai berikut:
a.       Kita harus mengetahui kapan kita melakukan dan tidak melakukan sesuatu.
b.      Kita harus mengetahui apa yang kita ketahui.
c.       Kita harus mengetahui apa yang mereka perlukan untuk mengetahui.
d.      Kita harus mengetahui kegunaan teknik-teknik yang membantu kita dalam belajar.






0 Responses

Poskan Komentar